Satpol PP Razia PNS Keluyuran

SLAWI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Tegal bersama istansi terkait seperti BKD, Kantor Kesbangpolinmas dan bagian Kemasyarakatan Setda Pemkab Tegal kembali menggelar operasi penertiban PNS yang keluyuran pada jam kerja. Razia ini dilakukan di sejumlah tempat keramaian dan pusat perbelanjaan di Kota Slawi dan Adiwerna, Rabu (13/6).

Razia yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut, diawali dengan menyisir Komplek Pertokoan Ruko Slawi, Swalayan Mutiara Cahaya (MC) dan sekitarnya, Petugas Satpol PP  mendapati 3 PNS yang kesemuanya Guru di kawasan tersebut yaitu 2 orang dikomplek Ruko Slawi dan 1 orang kedapatan tengah berbelanja di Swalayan Mutiara Cahaya (MC).

Razia kemudian dilanjutkan di pusat perbelajaan Banjaran Permai (BP) Adiwerna. Dipusat perbelajaan ini, petugas gabungan mengitari seluruh pertokoan baik lantai bawah maupun lantai atas, namun petugas tidak mendapati PNS yang tengah keluyuran.

Dari Banjaran Permai (BP), operasi dilanjutkan dengan menyisir pusat perbelanjaan Dedy Jaya Plaza di jalur utama Kota Slawi. Namun disini pun, petugas tidak  menjumpai  sasaran / target yang dicari alias nihil.

Kepala Satpol PP Pemkab Tegal, Zaenal Arifin, SH MM melalui Kepala Seksi Pembinaan Umum (Binum) Satpol PP Pemkab Tegal, Drajat Herijanto, S.Sos M.Si menuturkan operasi penertiban PNS pada jam dinas dilakukan sebagai upaya penegakan disiplin bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dimana hal tersebut, sudah jelas tertuang dalam PP 53 tahun 2010 tentang  Disiplin PNS.

“Operasi ini sebagai upaya penegakan disiplin PNS, sebagai telah diatur dalam PP 53 tahun 2010,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Drajat, Penertiban juga mendasari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (tibum) khususnya pasal 67 – 70.

Dalam perda Nomor 7 / 2011 tersebut, jelas Drajat, ada 12 tertib yang diatur didalamnya salah satunya yaitu tertib aparatur daerah, seperti pamong desa dan PNS.

“Dalam Perda Tibum juga diatur tentang Tertib yang antara lain PNS dilarang kluyuran ditempat keramaian pada jam dinas,” paparnya.

Operasi penertiban PNS yang dipimpin langsung Kepala Seksi Pembinaan Umum (Binum) Satpol PP Pemkab Tegal, Drajat Herijanto, S.Sos M.Si berakhir Pukul 12.15 WIB denganSasaran terakhir yaitu Pasar Trayeman, disini Petugas Satpol PP menjumpai 2 orang PNS berpakaian dinas batik yang sedang berbelanja. Saat hendak dimintai keterangan, PNS tersebut sempat menolak dan tidak mau didata. Namun dengan upaya persuasif dari petugas, PNS yang diketahui adalah PNS Guru akhirnya mau didata juga.

“Hasil operasi akan kami sampaikan ke BKD, untuk ditindaklanjuti. Sebagai bagian dari pembinaan disiplin PNS sesuai dengan PP 53 tahun 2010,” pungkasnya. (san)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s