Gedung Mako Satpol PP Diresmikan

SLAWI – Bupati Tegal, Enthus Susmono meresmikan Gedung baru Satpol PP Kabupaten Tegal yang berlokasi di komplek Kantor Sekretariat Pemkab Tegal, Rabu (23/3). Bupati didampingi Wakil Bupati, Dra Umi Azizah, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Masrofi dan anggota Forkompimda.

Peresmian diawali dengan penandatangan prasasti oleh Bupati dan dilanjutkan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati, Umi Azizah didampingi Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin SH MM.

Acara dihadiri Kepala Satpol PP Kabupaten / Kota se Jawa Tegah, Kepala SKPD, LSM, Paguyuban PKL dan camat se Kabupaten Tegal.

Selanjutnya Bupati, Wakil Bupati dan Forkompimda langsung melakukan peninjauan lokasi gedung Satpol PP. Diantaranya yang menjadi sasaran utama yakni ruangan tahanan / sel. (Admin)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Dirazia Satpol PP, Terduga PSK Kecebur Tambak

10405542_1060005110688909_7244863007438098174_n

SLAWI – Seorang Wanita Diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) berusaha melarikan diri dari razia Satpol PP hingga kecebur ke Tambak dan hampir tenggelam. Kejadian itu berlangsung Minggu (13/3) dini hari saat Razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Satpol PP Kabupaten Tegal di warung remang-remang samping BLK Suradadi.

Melihat hal itu, Kepala Seksi Tramtib, Abadi Amanto S.IP SH yang memimpin operasi dibantu 1 anggota Satpol PP langsung terjun ke tambak untuk menyelamatkan terduga PSK tersebut. Meskipun dengan resiko seluruh badan basah kusup dengan bau yang tidak sedap.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin SH MM melalui Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib), Abadi Amanto S.IP SH menjelaskan, razia pekat dimulai pukul 20.00 wib dengan menyisir sejumlah lokasi yang diduga untuk mangkal para PSK. Diantaranya Jalingkos Curug – Dukuhsalam, Karanggondang, Kalipasir, Warung remang-remang di Talok, Tarub, Maribaya, OW. Purin dan Lesehan Adiwerna -Procot.

’’Setelah melakukan penyisiran, sebanyak 17 wanita yang diduga PSK berhasil dijaring di sejumlah lokasi tersebut. Sebanyak 14 orang langsung dikirim ke panti rehabilitasi sosial Wanita Utama di Solo, setelah sebelum didata dan dilakukan assesment oleh petugas Dinsosnakertrans,’’ jelasnya.

Abadi mengatakan, Terduga PSK tersebut melanggar Perda Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum khususnya tertib sosial. “Mereka dikirim ke panti rehabilitasi dengan menggunakan kendaraan Satpol PP dan pengawalan petugas Dinsosnakertrans dan Satpol PP,” ujarnya

Sebelumnya, pada Februari lalu, Satpol PP dan Dinsosnakertrans juga mengirim 8 terduga PSK ke Panti Resos Solo. ”Ini upaya untuk mengurangi penyakit masyarakat (pekat) dan menciptakan ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Tegal. Razia serupa digelar rutin setiap pekan dengan sasaran sejumlah lesehan, warung remang- remang dan hotel,’’ tandasnya.

Dalam razia kali ini, melibatkan sejumlah instansi yakni Satpol PP, Dinsosnakertrans dan Sub Denpom 4 Tegal. (Admin/s@n)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Satpol PP Bersihkan Reklame Menempel Dipohon

aaasSLAWI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal kembali melakukan pembersihan puluhan reklame yang menempel dan terpasang di pohon. Aksi yang berlangsung, Rabu (10/2/2016) itu, menyasar sepanjang jalan raya II Slawi hingga perempatan lampu merah Pagongan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin SH MM mengatakan, pembersihan dilakukan pada sejumlah reklame yang pemasangannya menyalahi aturan. Diantaranya reklame yang dipaku dipohon, tidak berijin / ijin kadaluarsa dan dipasang melintang jalan.

“Untuk penertiban kali ini, kita fokus reklame yang dipaku dipohon. Karena, selain telah mengurangi keindahan dan keasrian kota, juga dapat mengganggu kelangsungan hidup pohon,” ungkapnya.

Kegiatan penertiban reklame ini, lanjutnya, juga dalam rangka pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Selain itu juga mendasari perintah dari Bupati Tegal agar tidak memasang reklame dipaku dipohon.

“Ini juga merupakan bagian dari penegakan perda khususnya Perda tibum dan upaya meningkatkan keindahan kota,” imbuhnya.

Zaenal mengimbau kepada masyarakat tidak seenaknya memasang papan reklame, spanduk dan baner. Sebab, selain menggangu keindahan kota, juga mengganggu pengguna jalan.

Dirinya juga mengharapkan masyarakat memenuhi kewajibannya dengan membayar pajak reklame. “Kami menghimbau untuk tidak memasang reklame atau sejenisnya yang dipaku dipohon, karena akan merusak pohon tersebut. Mari kita jaga dan rawat pohon, karena pohon ini penting untuk kehidupan kita,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pembinaan kepada sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan raya II Slawi – Adiwerna. (Admin/s@n)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Satpol PP Gelar Syukuran

12565371_991528694245532_2403743158444019591_nSLAWI – Dalam rangka pindahan dan menempati gedung baru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal menggelar acara syukuran, Rabu (3/2/2016) lalu. Acara berlangsung di ruang Aula lantai 2 Mako Satpol PP dan dihadiri seluruh anggota Satpo PP Kabupaten Tegal.

Rangkaian acara diisi dengan semaan Al Qur’an 30 juz yang dimulai pukul 08.00 Wib dan berakhir pukul 15.30 Wib tepat waktu ashar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin SH MM mengatakan, pembangunan gedung Satpol PP Kabupaten Tegal berlangsung 2 tahap yakni 2014 dan 2015. Menurutnya, saat ini, Kantor Satpol PP Kabupaten Tegal merupakan yang termegah di Jawa Tengah.

“Kantor ini merupakan kebanggaan kita Satpol PP Kabupaten Tegal. Karena merupakan kantor Satpol termegah di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Zaenal berharap, dengan menempati kantor baru yang megah akan memotivasi dan meningkatkan kinerja anggota Satpol PP. “Untuk launching dan acara peresmian kantor direncanakan pada bulan Maret oleh Bapak Bupati Tegal. Dan akan kita undang Ka Satpol PP Kabupaten / Kota se Jawa Tengah,” pungkasnya. (Admin/s@n)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

8 PNS Terjaring Razia Satpol PP

12524294_1034682999887787_4485302819963483436_nSLAWI- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Tegal kembali menjaring 8 PNS saat operasi PNS yang digelar Selasa (26/01/2016). Mereka kedapatan sedang berada diluar kantor pada jam kerja/dinas. Razia ini dilakukan di sejumlah tempat keramaian dan pusat perbelanjaan di wilayah Kabupaten Tegal. Pegawai tersebut berasal dari beberapa Dinas/Instansi antara lain UPTD Dikpora Talang, RSUD dr Soesilo, Dinas Kesehatan, DPU, Dinas UKM Pasar, Bagian Umum Setda dan SMP 1 Margasari.

Dalam razia itu, petugas Satpol PP terbagi menjadi 2 tim yakni wilayah utara dengan wilayah sasaran sejumlah keramaian diantaranya Komplek pertokoan Ruko Slawi, Mutiara Cahaya (MC Swalayan), Yogya Mall Slawi, Banjaran Permai, Basa Mall, pertokoan wilayah Talang dan Mutiara Cahaya Mejasem. Sementara tim selatan menyasar pasar Lebaksiu, Balapulng dan Margasari.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Satpol PP Pemkab Tegal, Abadi Amanto S.IP SH menuturkan operasi penertiban PNS pada jam dinas dilakukan sebagai upaya penegakan disiplin bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dimana hal tersebut, sudah jelas tertuang dalam PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “Razia ini merupakan kegiatan rutin dalam upaya penegakan disiplin PNS. Hal itu juga sebagaimana telah diatur dalam PP 53 tahun 2010 dan Instruksi Bupati Tegal,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Abadi, Penertiban juga mendasari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (tibum) khususnya pasal 67 – 70. Dalam perda Nomor 7 tahun 2011 tersebut, jelasnya, ada 12 tertib yang diatur didalamnya salah satunya yaitu tertib aparatur daerah, seperti pamong desa dan PNS.

“Dalam Perda Tibum pasal 67 (3) huruf a. Setiap PNS dan lembaga pemerintah daerah dilarang bepergian didalam jam dinas untuk kepentingan pribadi atau golongan dan tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan dinas,” paparnya

Abadi menambahkan, jam kerja Pegawai di lingkungan Pemkab Tegal juga telah diatur dalam Keputusan Bupati Tegal Nomor 061/752/2013 tentang penetapan pelaksanaan 5 hari kerja di lingkungan Pemkab Tegal. “Dalam keputusan tersebut antara lain menyebutkan Senin-Kamis jam kerja mulai pukul 07.15-16.15 dan Jumat mulai pukul 07.15-10.45 Wib,” imbuhnya

Razia PNS yang dipimpin langsung Kepala Seksi Tramtib, Abadi Amanto SH berakhir Pukul 14.00 WIB. Dari hasil operasi petugas berhasil menjaring 11 Pegawai yang terdiri dari 8 PNS dan 3 Pegawai Honorer dari berbagai dinas/instansi. Selanjutnya mereka didata oleh petugas dan diberikan pembinaan ditempat untuk tidak mengulanginya. “Hasil operasi selanjutnya kita laporkan kepada Bupati Tegal, Sekda dan BKD untuk ditindaklanjuti. Sebagai bagian dari pembinaan disiplin,” pungkasnya. (Admin/s@n)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tongkrongan saat Jam KBM, Pelajar diamankan

SLAWI – Diduga bolos saat jam pelajaran, belasan pelajar SMK dan MTs diamankan Satpol PP Kabupaten Tegal Kamis (14/01/2016). Pelajar yang berjumlah 13 anak itu dipergoki saat tongkrongan di Kawasan Alun – Alun Slawi (AAS). Mereka kemudian digelandang ke kantor satpol PP untuk diberi arahan / pembinaan.

DSC_0546

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin SH MM melalui Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib), Abadi Amanto SH SIP mengatakan, belasan pelajar yang diamankan Satpol PP berjumlah 13 terdiri dari 8 Laki-laki dan 5 Perempuan.

“Mereka kami amankan, karena tongkrongan di sekitar AAS dan depan Kantor KPU saat jam pelajaran sekolah. Kami menduga mereka membolos,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, mereka berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. Antara lain, dari SMK Bakti Praja Slawi, SMK Hasyim Asyari Bojong, SMK Binus Slawi, SMK Pusponegoro Jatibarang dan MTs Terpadu Darul Utwah Penusupan Pangkah.

“Ini upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum, khususnya pada pasal 55 tentang tertib pelajar. Dalam perda itu menyebutkan, setiap pelajar dilarang berada di luar sekolah pada saat jam pelajaran sekolah. Kecuali ada kepentingan dari sekolah dan disertai dengan surat pengantar atau surat tugas dari sekolah,” bebernya

Setelah dimintai keterangan dan diberi pembinaan, para pelajar kemudian menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulanginya kembali. Jika mereka kepergok lagi, pihaknya akan mengundang orang tuanya. Saat ini, satpol PP hanya melaporkan kasus tersebut ke sekolah.

“Kami hanya mendata nama mereka, kemudian kami beri pembinaan. Dan selanjutnya mereka dijemput oleh pihak sekolah,” tutupnya. (Admin/s@n)

Dipublikasi di Berita | Meninggalkan komentar

Penertiban PKL Depan RSUD

pkl2 SLAWI- Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di depan RSUD Dr Soesilo Slawi dan Jalan KH Wahid Hasyim Slawi ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Tegal, Selasa (22/12/2015). Selain itu, Satpol PP juga menertibkan sejumlah lapak PKL di Jalan Dokter Soetomo Slawi.

Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Tegal, Pekik Yulianto SIP mengatakan, sesuai hasil rapat dan perintah Bupati Tegal, Satpol PP bersama Disperindag dan Dinas Perhubungan untuk bisa menertibkan Pedagang Kali Lima (PKL) khususnya didepan RSUD Soesilo Slawi.

“Jumlah PKL RSUD binaan Disperindag sebanyak 22 PKL, ini agar jumlahnya tidak membengkak dan selalu menjaga K3. Jadi yang kita tertibkan yang tidak masuk dalam paguyuban,” ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan, penertiban juga dilakukan dalam rangka penegakaan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 7 tahun 2011, tentang Ketertiban Umum. “Sejumlah lapak yang terlihat kumuh, tidak menjaga K3 dan ditinggal pemiliknya usai berjualan juga kita amankan ke kantor Satpol PP,” bebernya.

Pekik menambahkan, selain PKL didepan RSUD, penertiban juga menyasar di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim Slawi dan Jalan Dokter Soetomo Slawi. “Dari Brigif 4 DR sampai Rumdin Bupati, trotoar dan badan jalan harus bersih dari PKL. Sedangkan dari Rumdin Sekda sampai Brigif 4 juga bersih khususnya pada siang hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, H Zaenal Arifin, SH MM berharap, para PKL tetap menjaga kebersihan, keindahan dan ketertiban (K3) dalam menggelar dagangannya. Setelah berdagang, mereka diminta tidak meninggalkan gerobak, tenda, sampah, dan perlengkapan berdagang di lokasi, sehingga menimbulkan kesan kumuh dan berantakan.

“Saya berharap dalam berdagang PKL, agar tetap menjaga K-3, dan tidak membuat bangunan yang permanen maupun semi permanen pada lapak dagangannya. Dan untuk PKL kawasan AAS agar mematuhi jam berdagang yang telah disepakati bersama,” kata dia.

Dipublikasi di Berita | Meninggalkan komentar