Satpol PP Razia Warung Lesehan

SLAWI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat). Razia yang melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari Kodim 0712 Tegal, Polres Tegal, Brigif 4/DR, Sub Denpom Tegal, Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal, Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal dan Bagian Kemasyarakatan Setda digelar, Sabtu, (28/4) malam.

 

Dalam razia tersebut, sejumlah 17 perempuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK) berhasil diamankan oleh petugas. Mereka terjaring dalam razia operasi Pekerjas Seks Komersial yang digelar dibeberapa tempat, antara lain di kawasan Alun – alun Slawi (AAS), Warung Lesehan sepanjang Jalan Raya I Tegal – Purwokerto dan Wilayah sekitar Kecamatan Pangkah.

 

Dilapangan, saat hendak digerebek petugas, wanita malam yang diduga PSK ada yang berusaha melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, mereka berhasil diamankan kemudian dinaikkan ke mobil Satpol PP dan untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP untuk didata.

 

Kepala Satpol PP Pemkab Tegal, Zaenal arifin, SH MM melalui Kepala Seksi Operasional dan Penindakan, Pekik Yulianto, S.IP  mengatakan, operasi ini digelar karena banyaknya laporan warga masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan warung lesehan yang diduga untuk mangkal para PSK.

 

“Operasi ini menindaklanjuti banyaknya masyarakat yang mengeluhkan keberadaan wanita yang diduga PSK mangkal di beberapa lesehan,” katanya.

 

Selain itu, Operasi juga digelar dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum khususnya berkaitan dengan tertib sosial.

 

“Dengan adanya Perda Tibum ini, kedepan bukan hanya PSK saja yang akan kita jaring namun pemilik warung yang menggunakan tempatnya untuk mangkal/transaksi awal penjaja seks komersial juga akan kita jaring” tegasnya

 

Ditambahkan Pekik, kedepan razia atau operasi ini akan digelar secara rutin untuk demi terciptanya  ketentraman dan Ketertiban umum di wilayah Kabupaten Tegal.

 

“Dari operasi kali ini, berhasil kita jaring 17 orang yang diduga PSK, setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, hanya 8 Perempuan yang diduga kuat sebagai PSK selanjutnya kita kirim ke panti rehabilitasi Cipiring di Kendal untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Diharapkan dengan adanya pembinaan ini mereka bisa mengubah perilaku hidupnya,” pungkasnya.

 

Sempat terjadi insiden kecil mewarnai kegiatan tersebut, salah seorang pemilik warung lesehan berusaha keras menahan anak buah/pelayannya yang mau dikirim ke tempat rehabilitasi dan melakukan pemukulan kepada salah satu petugas (pegawai Dinsosnakertrans). Sehingga petugas tersebut harus dilarikan ke RSU Dr Soesilo Slawi. Kini kasus pemukulan/penganiayaan tersebut sudah dilaporkan ke Polres untuk ditindaklanjuti.  (Admin/san)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s