Satpol PP Tertibkan Ratusan Reklame

SLAWI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, Rabu, (9/5) melakukan penertiban ratusan papan reklame, spanduk dan baner yang dipasang di sepanjang jalan di protokol di jantung Kota Slawi. Pasalnya, sejumlah reklame/iklan yang dipasang tersebut dinilai menyalahi aturan pemasangan.

Beberapa papan reklame dan baner yang ditertibkan oleh Satpol PP antara lain yang dipasang dan dipaku di pohon, dan di tiang lampu. Sedangkan spanduk yang ditertibkan adalah yang dipasang melintang di jalan, serta belum membayar pajak atau belum berijin.

Kepala Satpol PP Pemkab Tegal, Zaenal Arifin, SH MM melalui Kepala Seksi Operasi dan Penegakan Perda (Opsdak), Pekik Yulianto, S.IP mengatakan, penertiban dilakukan dibeberapa jalan protokol di wilayah Ibukota Kabupaten Tegal, yakni Kota Slawi. Titik tersebut antara lain Sepanjang Jalan Ahmad Yani Jalur Utama Tegal – Purwokerto, Jalan Prof. Moh. Yamin / Jalan Raya II dan Jalan KS Tubun.

’’Reklame yang kami tertibkan antara lain 45 baliho ukuran sedang, 43 Pamlet dan beberapa Spanduk yang melintang jalan,” ujarnya

Menurut Pekik, penertiban ini dilakukan, karena pemasangan iklan/reklame yang menyalahi aturan telah mengurangi keindahan dan keasrian kota. Selanjutnya papan reklame, spanduk dan baner yang dilepas diamankan di Kantor Satpol PP. Bagi pemilik yang merasa kehilangan, dapat mengambil ke Kantor Satpol PP.

’Untuk sementara papan reklame, spanduk dan baner kita amankan di kantor Satpol PP. Bagi yang merasa kehilangan, bisa mengambilnya di kantor,” terangnya.

Kegiatan penertiban reklame ini, lanjut Pekik, juga dalam rangka pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (Tibum) dan Intruksi Bupati KDH Tk II Tegal nomor 973/1003 tahun 1995 tentang penertiban pemasangan papan reklame dan sepanduk.

“Ini juga merupakan bagian dari penegakan perda khususnya Perda tibum dan upaya meningkatkan keindahan kota,” imbuhnya.

Pekik mengimbau kepada masyarakat agar tidak seenaknya memasang papan reklame, spanduk dan baner dengan cara dipaku di pohon atau di pasang melintang jalan. Sebab, selain menggangu keindahan kota, juga mengganggu pengguna jalan. (Hasan).

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s