Workshop Peningkatan Kualitas SDM Guna Peningkatan Pelayanan Investasi

SLAWI-Pada hari Kamis tanggal 7 Juni 2012 bertempat di Hotel Kudus Slawi, Kantor Penanaman Modal Kabupaten Tegal menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kualitas SDM Guna Peningkatan Pelayanan Investasi Tahun 2012. Acara tersebut diikuti oleh 55 peserta dari perwakilan SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal. Hadir sebagai narasumber Ir. Zaenal Abidin, Phd Rektor Institut Kemandirian Jakarta, yang juga seorang Mental Surgeon Specialist.

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal mengirimkan 2 (dua) orang untuk mengikuti kegiatan dimaksud, yakni Mohamad Solehudin, S.IP dan Akhmad Nurkholis, SE.

Salah satu pokok permasalahan yang dibahas dalam workshop ini, adalah kurangnya kualitas keahlian SDM guna menunjang peningkatan kualitas pelayanan investasi di Kabupaten Tegal.

Guna untuk meningkatkan kualitas pelayanan investasi di Kabupaten Tegal ini perlu dipahami beberapa faktor-faktor dominan yang menentukan daya tarik investasi daerah berdasarkan persepsi dunia usaha, yaitu : kelembagaan, sosial politik, ekonomi daerah, tenaga kerja dan infrastruktur fisik.

Dijelaskan pula, faktor kelembagaan meliputi aspek aparatur dan pelayanan, kepastian hukum, keuangan daerah, dan peraturan daerah. Para pelaku usaha sangat mengharapkan kepastian hukum dalam memutuskan untuk berinvestasi di suatu daerah.

Sementara faktor sosial politik, meliputi aspek keamanan, sosial politik dan budaya. Saat ini kondisi keamanan di sejumlah daerah di Indonesia perlu mendapat perhatian yang serius karena sangat signifikan mempengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya di suatu daerah.

Faktor ekonomi daerah meliputi aspek potensi ekonomi dan struktur ekonomi. Dalam berinvestasi, para pelaku usaha lebih banyak menekankan pada potensi ekonomi daerah dibanding dengan struktur ekonomi yang sudah berkembang di daerah tersebut.

Termasuk dalam faktor tenaga kerja adalah aspek ketersediaan tenaga kerja, biaya tenaga kerja, dan produktivitas tenaga kerja. Dalam kaitannya dengan faktor ini, para pelaku usaha lebih mementingkan aspek kualitas tenaga kerja dibandingkan biaya.

Sementara faktor infrastruktur fisik yang meliputi aspek ketersediaan infrastruktur fisik dan kualitas infrastruktur fisik. Kedua aspek ini sama-sama mendapat perhatian penuh dari para pelaku usaha. (Pakde)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s