Puluhan Reklame Kembali Ditertibkan

SLAWI – Puluhan reklame dan spanduk di sekitar Kota Slawi ditertibkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, Selasa (12/6). Pasukan penegak peraturan daerah (Perda) ini menyisir yang dimulai dari Alun-alun slawi menuju kejalan-jalan yang banyak di pasang spanduk, baliho, pamflet, reklame dan sejenisnya yang tidak memilki ijin.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin, melalui Kasi OPSDAK, Pekik Yulianto SIP, mengatakan, kegiatan penertiban reklame dan sejenisnya yang tak berijin ini merupakan program rutin, yang mendasari Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (Tibum) terkait tertib jalanan.

“Kami menertibkan spanduk, reklame, pamflet, baliho atau sejenisnya tersebut yang tak berijin, seperti yang dipasang melintang diatas jalan, bahu jalan, di pohon dan lainya. Karena akan membahayakan pengguna jalan,” katanya

Penertiban tersebut, lanjut Pekik, telah dikonfirmasikan dengan pihak Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT). Hal ini untuk mengetahui reklame yang berijin dan yang tak berijin.

“Reklame yang membayar pajak tapi tidak berijin tetap kami tertibkan, apalagi yangjelas tak berijin. Selain itu yang bayar pajak dan beijin tetapi pemasanganya tidak di tempat semestinya atau salah, itu juga kami tertibkan,” ungkapnya.

Dijelaskan Pekik, beberapa tempat yang tidak boleh dipasangi reklame, yakni didepan sekolah, di depan kantor pemerintahan, di depan gedung peribdatana, dan di taman-taman kota.

“Penertiban tersebut diharapkan mereka yang memasang spanduk atau reklame tersebut, daat mengerti tentang aturan. Semua barang bukti yang ditertibkan  dikumpulkann di kantor Satpol PP. Kalau ada yang datang untuk mengambil reklame yang kami tertibkan, kami akan berikan pembinaan,” ungkapnya.

Pekik menambahkan, sebenarnya pemasangan reklame yang berijin tersebut, berkwajiban untuk melepas atau membongkarnya sendiri jika sudah masuk tempo. Namun di Kabupaten Tegal, masih menunggu operasi dari Satpol PP. Padahal, lanjutnya, satpol Pp bukan satu-satunya lembaga untuk melekukan pembersihan.

“Kami berharap penerima pajak dapat menekan kepada pemasang reklame untuk membongkar reklame yang dipasang. Karena satpol bukan satu-satunya lembaga tukang bersih,” ujarnya.

Dalam penertiban tersebut,lokasi yang menjadi sasaran penertiban yaitu di jalan-jalan kota Slawi. Seperti Alun-alun Slawi,  Jl Dr Sutomo, Jl Sudirman, Jl Ahmad Yani, Jl Mayjen Sutoyo, Jl HOS Cokroaminoto, Jl Flores baru, Jl M Yamin, Jl KS Tubun, Jl Wahid Hasyim, dan Jl Gajahmada (s@n)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s